Tabiat Manusia

Sebagai makhluk budaya,manusia juga mengenal nilai-nilai teori, nilai ekonomi,nilai agama, nilai seni, nilai kuasa dan nilai solidaritas, dan dominasi nilai-nilai itu akan membentuk orang menjadi ilmuwan, ekonom, rohaniwan, seniman, politikus dan humanis. Bisa juga terjadi ada ilmuwan yang mistis, politisi pejuang, ulama rasionil, aktifis HAM yang korup, seniman yang failasuf, penguasa yang repressip dan sebagainya. Bagi manusia yang memiliki peradaban yang tinggi, ia merasa sangat terhina untuk meraih sukses diatas penderitaan orang
lain, atau memperoleh kemenangan dengan kecurangan.

Sedangkan orang yang berbudaya rendah, ia berbangga dapat memperdaya orang lain, memperdaya Pemerintah, dan memperdaya orang banyak. Bagi orang yang berperadaban rendah, keberhasilan adalah tujuan utama, sedangkan cara, itu hanya soal teknis,bukan nilai, sementara menurut orang yang berperadaban tinggi, keberhasilan yang bertumpu kepada cara yang tak bernilai adalah sebuah kegagalan.

Manusia sebagai makhluk social memiliki keiinginan bekerjasama dan bersaing sekaligus. Manusia menyadari kelemahannya oleh karena itu ia ingin bekerjasama dengan manusia lainnya untuk mempercepat pencapaian
tujuan bersama. Tetapi manusia juga memiliki keunikan, yakni setiap orang adalah dirinya, mempunyai fikiran,perasaan dan kehendak yang khas dirinya berbeda dengan yang lain.

Oleh karena itu ketika sedang bekerjasama ada yang benar-benar tulus bekerjasama untuk tujuan bersama, ada yang unik, yaitu memiliki agenda sendiri, ingin mencapai tujuan sendiri diluar tujuan bersama. Sesama orang yang memiliki agenda sendiri mereka bersaing, terkadang secara fair dan tak jarang tidak fair. Godaan untuk bersaing secara tidak fair menguat terutama dalam persaingan politik dan persaingan bisnis. Banyak orang demi tujuan politik dan tujuan bisnisnya melakukan sesuatu yang justeru merendahkan martabat dirinya sebagai manusia.

Salam Cinta,
Agussyafii

Facebook Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Read previous post:
ST-Gallery Berubah Wajah

Alhamdulillah kerana ST-Gallery dapat kembali pada tahun 2008 dan 1429 Hijriah dengan wajah dan semangat baru. Mengapa bertukar wajah? Kerana...

Close