Risiko dalam berilmu


“Dia kan ada SRP je…bukan macam kita …ada Ijazah luar negara. Dia tak sama berfikir macam kita.”

“Mampukah dia memahami apa yang kita perkatakan ? Kita ada PhD. Dia ada degree je.”

Inilah risiko berilmu.

Komen al-Quran berkaitan ilmu

  • Jika selepas diberi ilmu masih mengikuti hawa nafsu, maka ia akan berlepas dari Allah (2:120, 2:145 dan 13:37)

    …Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu. (2:120)

    …Demi sesungguhnya! Kalau engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu pengetahuan (yang telah diwahyukan kepadamu), sesungguhnya engkau, jika demikian, adalah dari golongan orang-orang yang zalim. (2:145)

    ..Dan demi sesungguhnya, jika engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya kepadamu wahyu pengetahuan (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau peroleh dari Allah sesuatupun yang dapat mengawal dan memberi perlindungan kepadamu (dari perkara-perkara yang tidak diingini). (13:37)

  • orang yang tidak berilmu boleh menjadi keliru dan susah (48:25)
  • Hanya mengikuti prasangka sahaja (43:20)
  • Jika diiringi kedengkian akan menimbulkan perselisihan (13:9)
  • Melahirkan perbantahan (3:65-66)
  • Kebanggaan pada ilmu akan menyebabkan seseorang menolak keterangan dari orang lain (40:83)
Ilmu diwajibkan untuk menuntutnya, tetapi asasnya perlu atas dasar iman dan membaiki cara pandang, bukan sekadar ingin memenangkan hawa nafsu.

Facebook Comments:

Leave a Reply

Read previous post:
Kuih Almond London Kurang Diminati – Catatan Syawal 1432

Syawal 1432 banyak memberi nilai pada diri saya. Salah satunya ialah 'kuih almond london sudah saya kurang minati.' Saya perhatikan...

Close