Dengan mengingati Allah…

Ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik
pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain.
Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal
of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia
kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak
berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa
hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang
tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit
usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian
mereka akibat penyakit pernapasan 66% lebih tinggi daripada mereka
yang beragama.

Para pakar psikologi yang sekuler cenderung merujuk angka-angka
serupa sebagai "dampak kejiwaan". Ini berarti bahwa keyakinan agama
meningkatkan semangat orang, dan hal ini berpengaruh baik pada
kesehatan. Penjelasan ini mungkin sungguh beralasan, namun sebuah
kesimpulan yang lebih mengejutkan muncul ketika orang-orang tersebut
diperiksa. Keimanan kepada Allah jauh lebih kuat daripada pengaruh
kejiwaan apa pun. Penelitian yang mencakup banyak segi tentang
hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan
oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah
menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun
bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa
ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik
pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain.
Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan
yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan
kepada Allah. 2

Apa yang mendasari adanya hubungan antara keimanan dan jiwa raga
manusia ini? Kesimpulan yang dicapai oleh sang peneliti sekuler
Benson adalah, dalam kata-katanya sendiri, bahwa jasmani dan ruhani
manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah. 3

Kenyataan ini, yang oleh dunia kedokteran pelan-pelan telah mulai
diterima, adalah sebuah rahasia yang dinyatakan dalam Al Qur'an
dengan kalimat ini "…Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
tenteram." (QS. Ar Ra'd, 13:28). Alasan mengapa orang-orang yang
beriman kepada Allah, yang berdoa dan berharap kepada-Nya, lebih
sehat secara ruhani dan jasmani adalah karena mereka berperilaku
sesuai dengan tujuan penciptaan mereka. Filsafat dan sistem yang
tidak selaras dengan penciptaan manusia selalu mengarah pada
penderitaan dan ketidakbahagiaan.

Kedokteran modern sekarang sedang mengarah menuju pemahaman tentang
kebenaran ini. Seperti kata Patrick Glynn: "Penelitian ilmiah di
bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan
bahwa, … keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan
paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan." 4

sumber: Harun Yahya.com

Facebook Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Read previous post:
“Re-center yourself from head to heart”

Pening kepala memikirkan masalah? Sakit hati dengan telatah teman? Mana satukah yang lebih payah dan parah? Pening kepala atau sakit...

Close