Ubat spiritual pada al-Fatihah
Nabi bertanya kepada Abu Sa’id selepas beliau membaca surah al-Fatihah untuk mengubati seorang individu, “..dan apa yang menyebabkan kamu tahu ia adalah penyembuh atau ubat untuk spiritual (ruqya)…?”. Kisah ini dirakamkan oleh Imam Bukhari pada nombor 264 dan 476.
Itulah al-Fatihah. Ramai ulama yang menulis mengenainya. Antara nama ulama dan kitab yang terkenal:
- at-Tabari
- as-Sama’ani
- alBaghawi
- az-Zamakhsyari
- ibn Athiyah
- ibn al-Jawzi
- ar-Razi
- al-Qurtubi
- ibn al-Qayyim
- ibn Katheer
- as-Suyuthi
- al-Alusi
- ash Shawkani
- asSa’di
- ash Shanqiti
- Abu Hayyan
- alBaydawi
- Ibn Adil
- Al-baqai
- al-Khazin
- Rida
- Saalim
Amat banyak kitab yang telah ditulis, Namun akses kepadanya terhad kepada yang rajin dan mempunyai penguasaan bahasa Arab yang bagus. Malah beberapa ulama yang menulis Ulum al-Quran diperlukan bagi memahami al-Fatihah:
- al-Kirmani
- al-Asbahani
- az-Zarkashi
- al-Fayrozabadi
- as-Suyuti
Walaupun ia pendek, tetapi Siddiq Hasan Khan dalam bukunya al-Din al-Khalis menyatakan ada 30 tempat dalam surah ini tentang isi kandungan penting dalamnya untuk menyeru manusia kepada tauhid – mengesakan Allah dan memahami hak Allah kepada kita untuk ibadah secara Esa tanpa syirik. Subhanallah!
Jika ada 30 tempat dalam surah sependek ini tentang tauhid, sudah tentu ia amat mujarab dalam mengubat penyakit spiritual. Penyakit spiritual ini akan menjadi asas kepada pelbagai penyakit emosi, intelek dan fizikal.
Moga Allah memberi kita kesembuhan dari penyakit spiritual dengan membaca, memahami dan menghayati Surah al-Fatihah.
