{"id":2934,"date":"2006-11-22T17:17:57","date_gmt":"2006-11-22T17:17:57","guid":{"rendered":"\/guru_kehidupan\/"},"modified":"2011-06-12T22:34:07","modified_gmt":"2011-06-12T22:34:07","slug":"guru_kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/guru_kehidupan\/","title":{"rendered":"Guru Kehidupan"},"content":{"rendered":"<p> Selesai pengajian ada seorang ibu menghampiri, ibu tersebut bertutur<br \/> bagaimana dirinya dan suaminya menemukan guru kehidupan dari orang<br \/> yang jahat. Suami seorang pengusaha namun tidak pernah beribadah,<br \/> termasuk tidak pernah menjalan ibadah sholat lima waktu. Sampai pada<br \/> suatu hari usaha bangkrut karena krismon, hampir setiap hari<br \/> didatangi debt collector untuk menagih hutang. Karena ketakutan<br \/> terus diterror, suaminya menjadi rajin sholat lima waktu, puasa<br \/> senin kamis bahkan sholat malam untuk memohon kepada Allah SWT<br \/> supaya terlepas dari musibah. &quot;Alhamdulillah tidak begitu lama, kami<br \/> bisa melunasi hutang dan sampai sekarang suami saya tetap taat<br \/> beribadah karena penagih hutang yang berwajah bengis itu.&quot;kata ibu<br \/> pengajian.<\/p>\n<p> Hikmah dari cerita diatas bahwa penagih hutang yang awalnya dianggap<br \/> jahat ternyata mampu merubah sikap orang yang awalnya lupa kepada<br \/> Allah SWT menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa sujud memohon<br \/> pertolongannya dan berserah diri diharibaanNya. Pada kehidupan<br \/> sehari-hari untuk bisa merubah perspektif terkadang kita memang<br \/> butuh kondisi kritis. Yang menjadi pertanyaan, apakah perubahan<br \/> perilaku itu mesti menunggu kondisi kritis dulu? Bukankah teramat<br \/> mahal untuk sebuah perubahan?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Disunting daripada blog Indonesia)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya pernah diundang oleh pengajian ibu-ibu disalahsatu mushola.<br \/>  Saya bercerita bahwa orang baik dan orang jahat adalah guru<br \/>  kehidupan buat kita. Bukan hanya orang baik yang mengajarkan arti<br \/>  kehidupan namun juga orang jahat terkadang juga memperkokoh aqidah<br \/>  kita, tergantung bagaimana kita mampu memetik hikmah pada setiap<br \/>  kejadian yang kita alami. Jika kita pandai mensyukuri nikmat,<br \/>  kejadian yang kita anggap sebagai musibah bisa berubah menjadi<br \/>  berkah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6606,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout"},"categories":[120,129],"tags":[],"series":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2934"}],"collection":[{"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2934"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3398,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2934\/revisions\/3398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2934"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/membinalegasi.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/series?post=2934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}